Tahun Tanpa Resolusi? Lebih Baik?

Memasuki tahun 2020 ini, tumben saya tanpa resolusi. Biasanya saya menyiapkan sederet resolusi, dan mengevaluasinya tiap bulan berganti. Mmm, tapi setelah dijalani, dengan membuat resolusi kok buat saya pribadi justru jadi beban. Misal, tidak tercapai, jadi nyut-nyut-an sendiri, wkwkwk.

Terbukti, saya malah lebih nyaman, dengan menikmati alur yang ada. Punya target, tapi tidak perlu ngotot ataupun spaneng. Jalani aja. Ntar makbedunduk Allah kasih sesuatu yang sudah dinanti lama. Pernah gak, terbersit berpikir suatu hal, “Ih pengen deh begini”, atau “Mau juga ah kayak gitu”. Terus tanpa kita sadari, entah itu seminggu kemudian, sebulan kemudian, bahkan bertahun-tahun kemudian, ada aja jalan menuju ke target kita tersebut.

Tiap orang boleh beda-beda ya. Ada yang lebih nyaman dengan mempersiapkan resolusi, ada juga yang mungkin seperti saya, lebih nyaman dengan menjalani apa yang ada.

Lha, terus piye, hidup kok tanpa resolusi?

Tanpa resolusi itu bukannya tanpa arah sih menurut saya. Target tetap ada, tapi berusaha lebih terukur. Atau bisa juga target tetap tertulis atau terbayang-bayang di benak, tapi menjalaninya lebih santuy. Justru yang sering saya alami, dengan kita relax ngejalaninnya, apa yang kita pengen, kita ngalirrr datang dari arah yang gak pernah kita sangka-sangka.

 

Resolusi Tahun 2019, Gagal?

Dari deretan resolusi tahun 2019, baik itu dari sisi ngeblog, kesehatan, semuanya kayak gak ada yang kesampaian semua. Gak lah, saya gak mau nyalahin siapapun atau apapun. Apa gara-gara sibuk pindahan dan segala proses adaptasi yang butuh penyesuaian secara psikologis yang luar biasa? Gak pantes juga kalau saya cari pembenaran dengan cara ini.

Gagal itu ya karena diri saya sendiri, gak komit. Begitu pula dengan target badan lebih sehat, nyatanya malah makin amburadul di tahun 2019, padahal 2017-2018 adalah masa-masa terbaik saya melatih disiplin olahraga melalui yoga. Eee tahun 2019, bubar jalan. Olahraga paling cuma sekali sebulan, hadeh!

Baca Juga  Nulis atau Motret?

Apakah dari sini lalu saya *males* bikin resolusi? Bisa jadi. Atau bisa juga karena saya lebih pengen nikmati hidup, nikmatin apa yang ada, mensyukuri apa yang sudah saya miliki.

Kalau dibilang gagal, enggak juga sih. Salah satu yang tercapai adalah hijrah. Ya, beberapa tahun terakhir, saya memang ingin hijrah. Karena pengalaman saat saya pernah pindah ke Kalimantan, ataupun meninggalkan Jogja untuk kerja di Jakarta jaman lulus kuliah dulu, justru disaat saya hijrahlah, banyak hal menantang yang membuat diri saya makin dewasa.

 

Do What You Love? Love What You Do?

Bagi sebagian orang percaya bahwa cintailah apa yang kita kerjakan. Tapi buat saya, untuk mencintai apa yang kita kerjakan, haruslah berawal dari apa yang kita pilih adalah apa yang kita sukai. Seperti misalnya, jalur saya bekerja di Departemen Luar Negeri sebenarnya waktu itu cukup besar, karena pernah magang di Deplu, maka saya mendapat tawaran rekomendasi, tapi saya tidak ambil, karena saya merasa, itu bukan passion saya.

Sejak kuliah, saya memang lebih asik di dunia siaran radio. Dunia yang lekat dengan suara dan suara. Sampai suatu ketika, seseorang tanya ke saya, “Na, memangnya kamu mau kerja jadi penyiar terus? Nanti setelah lulus kuliah, juga tetep siaran? Memang berapa gajinya?”. Tanya orang tersebut. Harap maklum, karena beliau ini dari lulus kuliah langsung bekerja di sebuah perusahaan minyak milik asing, yang gajinya jangan ditanya berapa.

Bahkan, pernah suatu waktu, Tante saya sendiri, meragukan apakah saya tetep mau bertahan di dunia yang saya geluti?. “Mbok sana, kerja kayak kakak-kakakmu itu loh. Ngantor di perusahaan gede, terus sukses!”

Baca Juga  Hidup tanpa ART

Ah, ya, sukses? Sukses itu apa sih? Apa harus selalu ngantor di gedongan? Saya pernah tuh rasain, kerja di kantor besar, ternama, tapi kok gak nyaman?

Sukses buat saya, harus tetap selaras dengan passion kita. Yakin deh, ketika kita fokus dengan apa yang kita kerjakan, yang kita sungguh-sungguh suka, kejutan-kejutan indah juga akan datang satu persatu, bahkan bertubi-tubi tanpa kita sadari.

Kejutan-Kejutan Indah

Tahun 2018, adalah salah satu tahun yang saya lalui tanpa resolusi. Tapi nyatanya saya mendapatkan kejutan-kejutan indah. Seperti berhasil lolos sebagai salah satu peserta pelatihan dubbing oleh dubber profesional, padahal saingannya waktu itu ratusan, dan yang dipilih hanya 15 orang. Padahal nih ya, saya itu pengen masuk ke industri dubber itu sudah sejak saya kuliah. Sampai pernah masuk ke beberapa studio di Jakarta, dan jaman itu saya gagal.

Nyatanya, Allah baru membuka pintu ke cita-cita masuk ke industri pengisi suara ini mulai tahun 2018, terlibat sebagai voice actor untuk sebuah sandiwara radio skala nasional, bertemu dengan para pengisi suara senior seperti Mbak Dewi yang memerankan suara Nobitanya doraemon, bekerja dengan Pak Bahar Mario yang mengisi suara di sandiwara radio Misteri Gunung Merapi, dan sederet pengisi suara senior yang saya sampai terkagum-kagum dengan kepiawaian beliau-beliau ini menguatkan karakter tokoh yang diperankannya.

 

2020, Better

2019, bersama Sasha, anak wedhok yang juga punya minat yang sama, Alhamdulillah kami berdua, dapat kesempatan bersama-sama mengisi suara di sebuah animasi yang tayang di youtube. Jadi 2019, tidak sepenuhnya gagal juga sebenarnya. Hanya saja, entah mengapa, naluri kemanusiaan saya, sebagian bilang, “It’s not enough, Na. Let’s do more!”.

Baca Juga  Happy 38th!

Saya memang tipikal orang yang tidak cepat puas dengan sesuatu hal yang saya kerjakan. Pengennya berbuat yang lebih baik dari sebelumnya. Bukannya tidak bersyukur, tapi ketika manusia mendapatkan anugerah berupa akal, ya masa berdiam diri dan pasrah sebelum berusaha maksimal?

Alhamdulillah, di awal tahun 2020 ini, sepertinya geliat industri Voice Over & Dubber ini makin dekat. Dari mulai Sasha yang Β mendapat kontrak isi suara iklan, saya yang terpilih mengisi VO sebuah program di channel youtube, dan aneka-aneka kejutan lain, yang Insya Allah siap saya jemput di tahun 2020 ini.

Sasha mengisi suara iklan produk jajanan anak-anak

So, buat kamu yang mungkin masih galau dengan segala rencana Sang Maha Kuasa, don’t be worry, segala sesuatu itu pasti akan indah pada waktunya. Belum bisa kita raih sekarang, belum tentu tidak bisa kita raih di kemudian hari. Jalani aja kehidupan yang kita punya sekarang, dengan baik, dan lebih baik.

 

View this post on Instagram

 

Pengalaman perdana terlibat dalam project sandiwara radio skala nasional. Dulu jaman anak masih 1, pernah ngisi di radio Jogja. Dan ternyata setelah mengulang kembali, seruuu banget! Ketemu dubber & VO talent yang sering didenger di TV. Ada yang ngisi suara Nobita & Ibunya. Ada juga yang yang pernah ngisi di Misteri Gunung Merapi. Alhamdulillah, terimakasih untuk kesempatan ini Ya Allah. One of my dreams come true, teruss belajar, terus praktek, terus perbaiki. Terimakasih buat mentor saya @denisa_dubb yang kece badaiiii voice actingnya πŸ™ Terimakasih juga buat Pak Suami yang jemput dan nunggu ampe tengah malem. Love you more ❀️ ##dubberlife #dubberindonesia #VOtalent #voiceover #dramaradio #sandiwararadio #indonesianVO #instatalent #momslife #voiceartist #voiceoverartist

A post shared by innaistantina (@innaistantina) on

32 thoughts on “Tahun Tanpa Resolusi? Lebih Baik?

  1. membuat resolusi dan agenda detiil dan menapaki satu persatu, mungkin hanya bisa dilakukan segelintir orang. Saya termasuk bukan dari mereka.

    Saya ini mengalir aja hidupnya. Tapi tiap ada satu hal depan mata, usahanya keras dan mati-matian,

    Kadang kepikiran juga ttg resolusi. Mungkin akan lebih tepat jika ini disusun berdasarkan peta bakat diri yang tepat. Dan mempelajari bakat ini hal yang baru saja saya lakukan.

  2. Hahaha… Hidup mengalir aja lah kalo aq, nggak usah pakai resolusi-resolusi an. Nyatanya pakai resolusi kadang juga nggak tercapai. Lalu jadi resolusi tahun berikutnya berikutnya dan berikutnya lagi. Sampai capek bikin resolusi, nyatanya sama aja.

    1. hahhaha iyaaa mbk, keliatan selowwww, tapi dibalik itu kita tetep kerjakan satu persatu hal-hal yang bisa bikin kita jemput impian kitaa

  3. Kereeennnn

    Saya juga resolusi 2019 banyak yang gagal mbak #tutupmuka. Meskipun tidak menuliskan resolusi 2020 tapi tetap ada impian yang harus dicapai.

    Semoga kita mendapatkan kejutan istimewa dari Allah SWT tahun ini ya mbak. Amin

  4. Hai haiii kita samaan dong, tapi aku tetep bikin resolusi tapi lebih ringan gitu aja. Gak yang harus mencapai A dan lebih luwes aja sih jalaninnya. Wah keren lho mba, aku selalu kagum sama talenta pengisi suara kayak gini

  5. Apapun Resolusi kita ditahun 2020 ini, mau ditulis atau tidak yang penting kita harus yakin.
    Dan juga berusaha agar lebih baik dari tahun sebelumnya, evaluasi diri dimana kesalahan.
    Tentu ini menjadi acuan kita agar semakin lebih baik lagi

  6. Wah keren banget kakak Shasa…
    Sukses terus ya mbak cantikku dan buat kakak Shasa..

    Aku juga gitu mba soal resolusi, pengen ini pengen itu jadi tekanan. Sementara anak anak dirumah masih butuh perhatian 100%. jadi terlalu ngoyo sama mimpiku, terus akhirnya harus mengorbankan mereka juga kayanya gimana gitu, sedangkan kewajibanku kan memang mengurus mereka.

    Makanya aku sekarang lebih santai , jalanin semampuku. Setelah kewajibanku…

  7. Saya malah gak pernah bikin resolusi. Ya meskipun ada yang berpendapat kalau resolusi bisa bikin hidup jadi lebih semangat. Tetapi, buat saya malah sebaliknya. Jadi mendingan gak usah bikin aja deh sekalian πŸ˜€

  8. setuju banget dengan tulisan ini, mbak. Tetap harus menjalani kehidupan ini dengan kondisi dan keadaan apapun. Jika ada yang belum tercapai, bukan berarti gagal. Mungkin itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, atau bisa juga ditunda. Karena Tuhan tau yang terbaik untuk diri kita masing2.
    Yang terpenting adalah tetap bahagia dan bersyukur πŸ™‚

  9. Aku selalu membuat resolusi di awal tahun, tapi nyatanya selalu dibuat santai. Resolusi hanya sebagai patokan untuk mengerjakan sesuatu biar nggak lupa. Tapi aku setuju banget, kalau kita kerja sesuai passion selalu aja ada kejutan-kejutan tak terduga.

  10. Aku juga ga pernah bikin resolusi sih Mbak. Hahaha. Cuma kalau beberapa target sih ada tapi aku jalani aja dengan enjoy. Kalau terpenuhi ya syukur, engga juga santai aja.
    Btw, ajarin aku jadi dubber dong Mbak. Cita2ku waktu kecil nih pengen jadi dubber. Cuma lingkungan sama keluarga belum ada yang mendukung.

  11. Saya percaya setiap pekerjaan ada rejekinya masing-masing. Dan keren banget setelah perjalanan yang dilalui, akhirnya bisa melakukan yang sesuai passion. :)) Aku dulu punya cita2 jadi penyiar, sekarang jadi ibu rumah tangga yang ngeblok hehe :))

  12. Wah keren banget mbak, selamat buat pencapaiannya bersama anaknya. Btw awal mula masuk dunia dubber gmn sih?
    Kadang kita berencana tapi suka meleset,kadang gak direncanakan eh tadirNya bikin happy. Tapi yang pasti jgn pernah berhenti berusaha dan berdoa ya πŸ˜€

  13. Seru nih, bunda dan putrinya punya hobbi yang sama, dunia dubber.
    Setuju Mbak, meski tanpa resolusi bukan berarti tidak punya target.

    Semoga harapan tahun ini bisa terwujud dan dimudahkan prosesnya.

  14. Saya pun enggak lg bikin resolusi mb selain yg sifatny normatif: lebih baik drpd sblomny

    Btw kece ih mbk jd dubber… Ktemu sm dubber2 kece lainny lg sprti pngisi suarany nobitaa

    Smoga makin sakses y mbaa

  15. Aku selalu bikin resolusi, tapi nggak ngoyo. Kalo nggak tercapai, ya gapapa. Karena dengan mengalir pun, kejutan-kejutan justru diluar prediksi. Aku juga setuju kalo sudah ketemu passion, hidup terasa lebih hidup! Orang yg nggak paham passion kita pasti akan ‘ih ngapain sih’. They dont know what I feel, aja. Semangat dan sukses selalu, Mbak ^,^

  16. Tahun ini, saya juga nggak bikin resolusi-resolusian mbak. Bukan berarti gara-gara semua resolusi 2019 kemarin banyak gagalnya. Tapi emang banyak banget kejutan yang Allah kasih di tahun kemarin. Impactnya ya tahun 2020 ini kudu lihat sikon. Pelajari dan jalani.

    Semangat mbak. Liatin Sasha yang enjoy banget jadi dubber cilik kok rasanya jadi ketularan semangat ya.

    Makasi sudah berbagi mbak. πŸ™‚

  17. Huaaahh, Mba Innaaaaaa, tahun ini tanpa resolusi pun dirimu udah keren banget mbaa. Ditambah lagi Sasha dan abangnya beuh, kayaknya gak pernah kehabisan energi yak. ON terus semangatnya, saluuuut sekali. Abis baca ini, langsung dong aku terinspirasi bikin blogpost soal resolusi, wkwkwk

  18. I feel you, serba salah memang rasanya ya mbak wkwkwk akupun nggak membuat resolusi yg gimana2 sih.. cuma tetap ada komitmen kuat untuk memperbaiki dan mencapai beberapa hal. Bismillah ya πŸ™‚

  19. Kaaakk~
    Suaranya persis sama drama radio saat aku kecil.
    Kalem, lembut, khas banget yaa..

    MashaAllah~

    Memang indahnya rencana Allah.
    Yang selalu hadir dengan nikmat tak ternilai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *