Anak Belajar Bela Diri, Perlukah?

“Bunda, aku takut”.

Itulah yang sempat terucap dari Sasha setelah cerita tentang drama pemukulan yang terjadi berulang di kelas, menimpa beberapa anak, dan termasuk Sasha sendiri.

“Bun, aku mau ikut aikido kayak Kakak”, ujarnya kemudian, sambil sedikit sesenggukan.

Ya Allah, pastinya dengan hampir tiap hari melihat temannya dipukul, dan setelah ikut mengalami sendiri, wajarlah kalo bikin gak nyaman Ya Nak.

Setelah lapor dan konsultasi ke wali kelas, dan saya cerita kalau Sasha pengen ikut aikido seperti kakaknya yang sudah kelas 6, komentar wali kelasnya adalah, “Ya Mbok Iyaaa Bun, sepertinya proteksi masing-masing orang tua ke anak juga penting”.

Dibilang penting, iya sangat penting. Tentunya saya pun berharap pihak sekolah segera melakukan hal-hal yang diperlukan, supaya tidak berlarut-larut, dan tidak muncul kejadian yang lebih parah lagi. Tindakan pemukulan, pencekikkan, tendangan, hingga pencakaran oleh 1 anak ke banyak teman kelasnya ini, sudahlah segera saja dicari jalan keluar terbaik bagi semua, supaya kami orang tua juga tenang saat anak-anak bersekolah.

Di tengah kecemasan ini, dan Sasha yang pengen segera ikut aikido, saya pun akhirnya mengiyakan. Sebelumnya sekitar 1 tahunan yang lalu, Sasha sempat ikut trial di kelas kakaknya. Sasha suka sebenernya, dan udah pengen ikutan. Tapiiii sayanya yang gak tegaaaaa, karena Sasha ini anaknya mungil, hehe. Sementara di kelas aikido ini, pesertanya besar-besar, dan memang khusus dewasa. Ical, kakaknya, tetep ikut yang kelas dewasa ini,  karena badannya bongsorrrrr 😀

Kalo suami juga udah minta Sasha dimasukkan kelas Aikido udah lama, tapi ya itu, sayanya yang belum tegaaaa. Hingga akhirnya terjadi tragedi pemukulan ke Sasha oleh teman sekelasnya yang memang sudah sering melakukan tindakan serupa ke anak-anak lainnya.

Baca Juga  Kakak Adik Kompak, Apa Rahasianya?

Saya pun hunting lagi tempat aikido yang khusus KIDS, supaya secara badan bisa seimbang dengan Sasha, gak terlalu jomplang. Alhamdulillah banget, ternyata sensei di tempat Ical latihan aikido, membuka kelas aikido baru khusus anak-anak. Tempatnya berbeda dengan yang biasa Ical latihan, agak jauh sebenernya, dan saya juga jelaskan ke Sasha kondisinya. Dannn Sasha tetep mau, kekeuh ikutan.

Belum lagi, jadwalnya ini mepet banget dengan ekskul Sasha di sekolah. Saya sempet tanya ke Sasha, capek gak nanti? Yaa, tapi Sasha memilih tetep pengen aikido. So fix, sore kemaren adalah kelas pertama Sasha ikut aikido. Lihat nih foto setelah latihan, keringetannn and looks so happy.

So, perlu gak perlu anak ikut bela diri? Kalo tanya ke saya, apalagi ke suami saya, jawabnya pastinya perlu. Jaman sekarang bok! Kriminalitas bisa terjadi dimana-mana, bahkan di sekolah seperti Sasha yang masih kelas 1 SD pun bisa aja terjadi.

“Lah mbok berdoa ajaaa mb, kan kita pasrahin semua ke Allah”. Mungkin beberapa orang bisa berpikir seperti ini,

Nah nah, antara Doa & Ikhtiar itu wajib seimbang bukannya? Kita mau duit nih, gak bisa cuma berdoa sehari 24jam di atas sajadah dengan tangan tertadah. Wajib juga buat kerja, buat cari rejeki. Perkara kerjanya di rumah, di kantor, buka bisnis, monggo saja mau gimana, tapi tuh duit gak bakalan turun dari langit kalo kita gak berusaha. Ya bisa lah, sekali dua kali, ketiban rejeki nomplok, misallll dari warisan atau ikut kuis-kuis berhadiah. Tapi teteppp 80-90% perlu yang namanya usaha.

Sama seperti bela diri ini, penting apa gak penting? Perlu ato enggak? Kalo memang perlu dan penting, usia berapa mulainya? Nah nah nah, kalo ini, silahkan masing-masing orangtua berdiskusi yes. Yang lebih penting adalah, mencari bela diri apa yang cocok untuk anak-anak. Tentunya yang low impact, atau semacam tidak terlalu keras buat anak, suasana belajarnya juga menyenangkan.

Baca Juga  Ketika Si Kakak Semakin "Kritis" dan tidak lagi "Manis"

Yap, anak-anak lebih mudah menyerap ilmu apapun, dalam kondisi yang nyaman dan menyenangkan, termasuk dalam hal belajar bela diri 🙂

32 thoughts on “Anak Belajar Bela Diri, Perlukah?

  1. Perlu sih mba, bener bangeeeet. Hehe, anak zaman now kudu tuh punya proteksi diri, tau sendiri zaman udah edan kek gini hihi. Yang penting si anak paham kalo belajar bela diri emang buat proteksi dirinya. Sip, makasih sharingnya bun 😄

  2. Aku pengin juga ikutkan Raisya kelak Mbak. Belum tau mau ikut aliran yg mana, coz beladiri tuh banyak kan yaa. Ada aikido, taekwondo, silat wkwkkw #lihatdifelem😂

    Saya pas kecil pengin ikut, dilarang ayah hikzz

  3. anak pertamaku masih 5,5 tahun, tapi karena saya ikutan taekwondo,dia mau ikut juga kayak emaknyaa. . alhamdulillah suami juga dukung.. ^^

  4. Sebagai orang tua, menyalurkan bakat anak adalah perlu. Bela diri adalah salah satunya. Selama kegiatannya bernilai positif, dukung saja, ya, Mbak.

  5. Itu kenapa ada drama pemukulan di kelas? klo anak murid yang melakukan, perlu tuh ditengok bagaimana orangtua mendidiknya. Eh oot ya…

  6. Aku juga termasuk yang pro nyekolahin anak bela diri sih mbak. Bukan hanya agar anak bisa melindungi diri, tapi tahu kapan sih harus melawan dan kapan harus diam.

    Kan kita gamau anak kena bullying. Tapi kita juga gamau kan anak kita jadi tukang bully. Horor dah. Harus bisa protek diri sendiri dan mengendalikan diri.

  7. Perlu banget sebenarnya, tapi anakku sempat ngambek gak mau ikut karate lagi, gara gara takut ujian dikira tarung beneran. Hehehe… Smg besok mau ikut lagi, biar seragam karatenya nggak dianggurin. Ups, luruskan niat, biar bisa menjaga diri dan membantu orang lain yang membutuhkan. Hehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *