Antara Aku, Bungin & Menulis

Bungin? Baru sekitar beberapa jam lalu, tepat di hari ini, saya mendengar kata ini! Sumpah, beneran! Lalu penasaranlah saya, dan bergegas menuju google untuk tau informasinya. Dan ternyata ini adalah salah satu pulau di Indonesia!

Iyaaaaaaa bro sis, di Indonesia kita tercinta ini. Ya maaapp, jangankan beda pulau, beda nama jalan aja yang masih di Jogja-jogja sini aja, saya suka bingung. Maklum pelajaran geografi dulu bukan favorit, dan meski pakai GMAPS pun saya masih sering nyasar! Haha, it’s real!

pic: bbc (dot) com

Ok kita kembali ke Bungin, pulau yang kalo diambil gambar dari udara ini keliatan mungil, dan memanglah demikian. Dengan luas wilayah 0.085 km² dan jumlah penduduk 5.025 jiwa per 2014 (data tahun 2014, wikipedia), menjadikan Bungin sebagai pulau terpadat sedunia

Berdasarkan laporan Sri Lestari, wartawan BBC Indonesia, Bungin dulu merupakan hamparan pasir putih, kemudian Suku Bajo yang berasal dari Sulawesi Selatan, yang tiba di pulau ini sejak lebih dari 200 tahun lalu, mulai membangun rumah di atas karang seiring dengan pertambahan penduduk. Kekurangan lahan, tentu saja menjadi isu utama pulau ini. Semakin banyaknya jumlah penduduk, membuat 1 rumah bisa ditinggali beberapa kepala keluarga. Sri juga melaporkan, bahwa kambing di Bungin makan kertas, karena tidak ada rumput tumbuh, bahkan bisa dibilang tidak ada lahan hijau di daerah tersebut (2016)

Buat saya, yang membuat menarik informasi seputar Bungin adalah lokasinya yang ternyata masuk di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Yang artinya berada di wilayah Lombok yang terkena bencana gempa beberapa waktu lalu. Langsunglah terbersit pertanyaan, lalu bagaimana kondisi Bungin saat dan pasca gempa? Dilansir dari liputan6, satu dusun di pulau Bungin mengalami kebakaran karena proses pemadaman sempat terhambat akibat sulitnya akses ke wilayah tersebut. Kebakaran tersebut dipicu oleh meledaknya gardu listrik yang roboh akibat gempa

Baca Juga  Happy Bday MyBlog!

Bungin, sebuah kata sederhana yang saya kenal hari ini, membuat saya belajar lagi, betapa kayanya Indonesia dengan segala keragamannya, dannnn yang betapa luar biasanya kekuatan membaca serta menulis. Kalau tidak mendapat informasi tentang Bungin di group ODOP (one day one post) batch 6, mana mungkin saya penasaran dan tergerak untuk cari info tentang Pulau Terpadat se-dunia yang adanya di Indonesia ini

Menulis artinya *memaksa* kita meluaskan wacana. Menulis juga artinya *meneduhkan* segala berita yang ada di sekitar kita

Menulis memang bukan hal yang baru buat saya, tapi begitu menyesalnya saya, karena saya sempat off ngeblog beberapa tahun, atau menjadi *blogger kambuhan* yang kadang update dan sering enggaknya 😀

Kenapa menyesal? Karena artinya saya melewatkan banyak momen hidup yang tidak terekam. Iya menulis itu menunjukkan bahwa kita ada, kita eksisss! *hidupeksis*

Itulah kenapa, saya sengaja daftar di ODOP batch 6, supaya ketularan dengan konsistensi rekan-rekan penulis yang luar biasa serta terusss upgrade ilmu di bidang menulis ini, the one that I’ve been in love since years ago 🙂

 

5 thoughts on “Antara Aku, Bungin & Menulis

  1. wah sudah posting aja ya mbak hehe. semangat grup pulau kecil buungin. aku belum mulai menulis, nanti saja menunggu yang tema wajib. sekarang nikmati waktu leha-leha sejenak sebelum mulai ODOP barch 6 nya hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *