Arisan Oh Arisan

A R I S A N

Deretan 6 huruf ini membentuk sebuah komunitas di masyarakat. Dan entah dari mana awalnya, kenapa arisan selalu identik dengan mahluk yang namanya perempuan. Mungkin saja karena perempuan itu sukanya 3N (nimbrung, ngobrol dan ngumpul) sana-sani. Eh harusnya 4N, ditambah ngegosip 😀

Arisan bisa berupa arisan uang dengan beragam nominal dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah pun ada. Trend arisan benda baik benda mati seperti perhiasan bahkan benda hidup seperti hewan kurban sekarang juga makin marak dimana-mana. Dan konon bocoran dari beberapa teman yang kerja di dunia entertainment, manusia pun sudah menjadi obyek arisan! What a world!

Mari kita telisik lebih dalam lagi, sebenarnya kenapa orang tertarik untuk ikut arisan?

  1. Apakah untuk menabung?

Buat sebagian orang, arisan bisa saja dijadikan tempat alokasi dana menabung. Bagi yang punya gaya hidup boros atau keuangan tidak terkontrol, tabungan yang sekedar berada di rekening, maka dengan mudahnya kapan saja buat diambil lewat ATM. Nah melalui arisan ini menjadi sarana untuk mengumpulkan dana, supaya uang tidak kemana-mana.

2. Apakah untuk silahturahmi?

Arisan biasanya berlangsung sekali dalam sebulan. Ramai terjadi di kalangan ibu-ibu muda yang anaknya bersekolah di sekolah yang sama, mereka memutuskan untuk mengadakan arisan. Bahkan ketika anak-anaknya sudah lulus pun, arisan tetap diteruskan. Salah satu alasannya adalah untuk tetap menjalin komunikasi dan silahturami. Atau bisa juga karena berada di lingkungan yang sama, maka demi mempererat hubungan antar tetangga, maka dibentuklah arisan RT/ RW.

3. Apakah untuk eksistensi?

Nah kalau ini, perlu diwaspadai. Bisa-bisa tergiur dengan ragam arisan yang ada. Makanya gak heran, ketika ada beberapa orang tertentu yang mengikuti arisan bukan hanya 1 atau 2, tapi banyak! Demi asas eksis ini, rata-rata biaya kongkow arisan bisa lebih tinggi dari biaya arisan itu sendiri. Misalnya, mempersiapkan dress code sesuai tema arisan hingga lokasi arisan yang pretisius seperti di cafe dan hotel.

Pic: wajibbaca (dot) com

Lalu atas alasan apa kita bergabung di sebuah arisan? Dari 3 alasan diatas, mana yang lebih mencerminkan gaya kita arisan? Apapun alasan yang paling tepat buat kita, pastikan kewajiban sebagai ibu tetaplah utama. Jangan sampai, ketika sibuk arisan, malah minat & bakat anak terabaikan. Kalau perkara pekerjaan domestik di rumah, boleh lah dibantu oleh asisten rumah tangga. Tapi perihal anak, tetap lebih bijak ketika seorang Ibu yang maju di depan.

Baca Juga  Berbagi Ilmu Bikin Makin KAYA!

Pastikan juga ketika kita memilih arisan, orang-orang yang ikut serta memang kita ketahui seluk beluknya. Supaya tidak ada yang dirugikan di kemudian hari, ketika yang sudah dapat jatah arisan lalu menghilang dan tidak bertanggung jawab.

Tetap jaga hubungan baik, karena beberapa hal justru memicu konflik antar sesama peserta arisan. Yang awalnya untuk silahturami malah ujung-ujungnya menjadi silat lidah!

Last but not least, tentu saja pilih arisan semampu kita, baik secara budget maupun waktu. Arisan hanya selingan, bukan prioritas. Karena prioritas utama tetaplah keluarga 🙂

#TantanganODOP2 #onedayonepost #odopbatch6 #nonfiksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *