Aturan Youtube Channel Anak Menghambat Semangat Berkarya?

YouTube, lahannya para content creator, baik yang sekedar iseng upload konten tapi mendadak viral, ataupun yang sekedar hobby untuk menyalurkan minat bakatnya, bahkan yang sampai serius menjadikan youtube sebagai tempat mata pencaharian.

Kurang lebih sejak pertengahan tahun 2019, saya mulai mendengar ramainya kecemasan para orang tua yang membuat channel dengan niche anak & keluarga. Saya sendiri, hanya sekilas memantau, karena masih saja belum selesai dengan urusan pindahan rumah dan sekolah anak-anak, pun untuk ngeblog dan ngeyoutube pun semacam belum sempat.

Beberapa bulan setelahnya, saya mendapat email dari youtube tentang aturan-aturan baru dari youtube untuk konten anak. Lewat email ini, lalu beberapa penjelasan di channel youtube, saya berusaha mencerna.

Aturan baru ini, dibuat setelah Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) mendenda YouTube sebesar 170 juta dollar AS (Rp 2,8 triliun), karena dianggap melanggar aturan Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA) terkait privasi online anak. Hal inilah yang membuat Youtube terlihat cukup kalang kabut dan akhirnya dengan terpaksa melahirkan kebijakan khusus untuk konten anak, yang memang dirasa memberatkan banyak pihak.

Kebijakan YouTube Untuk Konten Anak

Beberapa yang saya pelajari, kebijakan ini sebenarnya sangat melindungi anak-anak yang eksis berkarya di youtube. Ya, saya sendiri mengalami gimana komentar-komentar di channel kids & family Saddha Story yang saya bangun bersama anak-anak saya. Beh komennya, some good, selebihnya lagi, semacam *gak punya filter* ketika menyampaikan saran. Alhamdulillah, selama ini saya dan anak-anak selalu berdiskusi, bahkan kami selalu membalas komen negatif dengan doa dan harapan positif untuk si pemberi komen.

Lalu, apa saja sebenarnya kebijakan youtube untuk konten anak yang sudah berlaku di tahun 2020 ini?

Baca Juga  Vlog: Special Project with My Kids

Tidak Ada Kolom Komentar

Yes, ini sudah diuji coba youtube selama kurang lebih beberapa bulan sebelum resmi launching. Beberapa channel anak besar, seperti Zara Cute, juga kena aturan ini. Tidak ada kolom komentar, alias dinonaktifkan oleh youtube. Artinya si content creator tidak bisa berinteraksi langsung di video yang diunggah.

Buat saya pribadi, ini bisa dibilang menguntungkan, karena kita gak perlu melihat lagi komen-komen negatif. Tapi di sisi lain, sebagai content creator, komentar yang muncul ini juga semacam penyemangat, berarti ada yang nonton dan merespon.

Tidak Ada End Screen & Cards

Bagi yang belum familiar dengan youtube, apa fungsi end screen dan cards ini? Ini adalah semacam related posts kalau di blog. Jadi ketika kita menonton 1 video, maka kita bisa setting di akhir video (end screen), video sejenis untuk bisa ditonton ke penonton. Begitu pula dengan cards, pernah melihat ketika nonton youtube lalu di atas semacam ada link yang bisa kita klik? Nah itu namanya cards, berupa rekomendasi video lainnya yang bisa kita tonton selain video yang sedang berjalan.

Jelas, ini banyak menimbulkan kritikan. Karena banyak content creator di youtube yang merasa terbantu dengan fasilitas End Screen & Cards ini, artinya dengan dihapus tidak bisa lagi memberikan video suggestion secara otomatis. Untuk saat ini, cara ngakalinnya meletakkan video-video rekomendasi di kolom deskripsi.

Tidak Ada Lagi Lonceng Notifikasi

Wah ini, juga sempat menimbulkan kontroversi, pun hingga sekarang. Kalau yang belum tau lonceng notifikasi itu apa? Perhatikan di samping kanan tombol Subscribe, disinilah letak gambar lonceng/ bel. Ketika kita mengunjungi salah satu channel lalu kita suka, maka selain bisa kita subscribe, juga bisa kita klik loncengnya. Dengan klik, artinya setiap channel favorit kita tersebut update, maka kita langsung mendapat infonya.

Baca Juga  Ngevlog Pakai Smartphone? Bagus Gak Ya?

Fitur ini, dirasa sangat penting, karena disinilah ikatan antara penonton dan si pemilik channel youtube. Dengan hilangnya fitur ini, maka channel dengan konten anak makin sempit perluasan viewersnya. Apalagi untuk channel baru. Pasti perjuangan yang cukup hebat disini!

 

Kebijakan Baru Untuk Konten Youtube Bikin Penghasilan Menurun?

Yes, ini pasti, karena iklan pun dibatasi. Konten iklan dengan muatan kurang ramah anak, gak akan youtube tampilkan. Sudah dengan makin sedikitnya celah rekomendari channel, ditambah konten iklan yang makin menyusut? Waw, ternyata ini bikin cukup banyak teman-teman saya di group youtube anak, yang notabene para Ayah Bunda lainnya, emosi jiwa 😀

Merasa hopeless, males berkarya, dan segala keluhan lainnya muncul. Saya gimana? Jujur saya sejak ada heboh begini, anteng! wkwkwk. Karena udah paham dengan segala konsekuensi pekerja online ya begini. Lha wong DA blog udah diatas 20an mendadak diterjang algoritma google yang baru, terus mencolot ke 9 juga pernah. Mati-matian ngerjain blog sampai Page Rank 3, eeee terusnya ganti lagi itu acuannya, ini juga pernah.

Berkarya di platform online, seperti google dan youtube, yang notabene mereka juga sodaraan dekat, pasti selalu upgrade dari waktu ke waktu.

 

Kebijakan Baru Youtube, Bikin Males Berkarya?

Ketika aturan akhirnya dilaunching, saya memang baru menata segala hal, termasuk mengatur ritme ketika pindah ke Jakarta, tanpa ART, dengan suami yang juga hanya stay 2 minggu di rumah dan kerja 10 minggu di luar pulau. Channel Saddha Story hanya sesekali saja upload, sementara anak saya berusaha terus aktif mengupload channelnya sendiri Ical Saddha.

Jarang upload disini bukannya males, tapi bener-bener gak ada waktu. Dan ketika saya jumpai, banyak channel dengan konten anak bertumbangan, sedih sih sebenernya. Harusnya lanjut aja. Ini pun setelah saya sebulan bisa kembali nemuin ritme ngeblog lagi, maka channel youtube pun bertahap mulai upload lagi.

Baca Juga  5 Youtuber Favorit Ala Inna, Kombinasinya Wow Banget!

Ya, perjuangan di youtube memang saya rasakan lebih berat. Kalau menulis, ada ide, langsung saja kita tuliskan, share ke group BW, ataupun ke sosmed yang kita punya. Kalau youtube? Dari rekaman yang kadang gak bisa selesai sekali take, lanjut proses editing yang bisa makan beberapa jam bahkan hari. Belum mikir gimana video yang kita upload tersebut bisa mendapatkan respon. Ditambah syarat subscriber dan jam tayang untuk bisa dimonetisasi, nyatanya bikin sebagian content creator, cukup ngos-ngosan.

Kalau saya, ngos-ngosannya itu di ngedit, wkwkwk. Ampun ini bisa lama banget, terutama di bagian bikin story linenya. Ngepasin video dan audio, beh perjuangan. Herannya, selama ada materinya, ya saya enjoy aja ngerjainnya.

Memang kok, kalau kita berkarya di bidang apapun, mikirnya cuma pengen cepet-cepet dapet hasil duit apalagi ketenaran, dijamin malah sutris, fix! Berkarya ya berkarya aja, mau viral kek, mau enggak kek, ya terus aja berkarya. Berkarya itu sepenuh hati, bukan sepenuh gaji, kalau mikir gajinya doang, yakin deh gak bakal penuh-penuh 🙂

 

19 thoughts on “Aturan Youtube Channel Anak Menghambat Semangat Berkarya?

  1. Semoga meski sekarang peraturannya lebih strict, mba dan anak-anak tetap semangat berkarya karena pasti ada satu dua orang yang menantikan karya-karya mba 😀 begitu pula dengan blog mba, pasti ada pembaca yang menunggu update-an mba ~

    Dan saya setuju sama apa yang mba bilang, kalau berkarya harus sepenuh hati, mau ada yang lihat atau nggak, itu bonus, tapi yang penting dikerjakan dulu kalau memang suka dan hobi. Jadi targetnya bukan 100% materi meski nggak dipungkiri, materi itu bisa jadi penyemangat kita sehari-hari 😀

    1. Maaf mba double comment 😀 saya salah masukkan link, karena tadi habis copy-copy link untuk ditaruh ke reading list. Eh jadi malah masukkan link blog teman lain 😀

  2. Semoga meski sekarang peraturannya lebih strict, mba dan anak-anak tetap semangat berkarya karena pasti ada satu dua orang yang menantikan karya-karya mba 😀 begitu pula dengan blog mba, pasti ada pembaca yang menunggu update-an mba ~

    Dan saya setuju sama apa yang mba bilang, kalau berkarya harus sepenuh hati, mau ada yang lihat atau nggak, itu bonus, tapi yang penting dikerjakan dulu kalau memang suka dan hobi. Jadi targetnya bukan 100% materi meski nggak dipungkiri, materi itu bisa jadi penyemangat kita sehari-hari 😀

    Keep sharing ya mbaaaa <3

  3. Itu channelnya pakai email siapa Mba? saya buatin email si kakak, pakai usianya, nggak bisa akses yutub dong, bisa akses blog, tapi baca-baca doang, ga boleh komentar.
    makanya saya bikin blog buat si kakak di WP pakai emailnya yang usianya saya karang hahaha.

    Setuju banget Mba, yang penting berkarya dulu, masalah uang mah bakal mendekat dengan sendirinya kok 😀

    1. Pakai emailku yang lain Rey, akeh emaile, wkwkwk. Tapi kalo konten kedeteksi anak, memang ama youtube otomatis dinonaktifkan kolom komennya

  4. Saya juga mulai ngeyoutube sejak 3 bln ini. Karena ada file bahan jalan- jalan, sayang mau si simpan2, jd di upload aja di youtube. Tujuan utamanya unt dokumentasi pribadi aja

  5. Keren tuh paragraf terakhir. Kalau kita do it for fun, pasti karya kita terus bertambah ya. Ada kepuasan tersendiri saat punya karya walaupun ga menghasilkan atau ga ada apresiasi. Yang penting: Teruslah berkarya. Mantap.

  6. Owalaaahh daku baru paham nih Mbaaa
    ternyata implikasinya kayak gini yaaa
    Huhuhu serba salah memang yaaa
    Pingin ada interaksi, tapi yg positif2 aja sih 🙂
    La tapi netijen ya emang begitulah 🙂

  7. Semua ada positif dan negatifnya ya. Bagi orangtua yg anaknya hanya sebagai penonton, ini sangat melegakan.
    Bagi pembuat konten anak, tetap semangat krn satu pintu rejeki ketutup, pintu lainnya terbuka.

  8. Saya termasuk yang setuju dengan aturan baru dari youtube ini. Biarlah, konten anak2 tak perlu ada iklan. Karena bagaimanapun iklan yang ditayangkan kebanyakan tidak sesuai umur anak2.

  9. Saya belum merambah Youtube. Sekadar punya saja dulu. Rasanya memang berat sekali kalau bikin video. Apalagi Youtube semakin garang mengekang. Belum selesai kebijakan harus 10 ribu subscriber dulu, sekarang ada lagi.
    Makin malas saya, memikirkan platform yang satu ini

  10. Saya terus terang belum tertarik memvideokan anak utk YT hehe. Di medsos lain jg saya batasi jd gak terlalu gmn2 gtu. Tapi emang sering denger yg punya channel anak mengeluh sih soal ini. Sebenarnya di satu sisi kebijakan ini bagus jg krn melindungi anak2. Memang krn kita berkaryanya nebeng YT, Google dll, mau gak mau manut, tapi satu hal yg pasti jgn berhenti berkarya, justru dalam masa kek gini kita dituntut selalu kreatif hehe 😀

  11. Di balik kebijakan pasti ada tujuan ya Mbak. Setuju lebih baik fokus berkarya nanti juga terbiasa ikuti aturannya. Siapa tahu dengan kebijakan baru akan ada hikmah dan rejeki di balik itu. Tetap semangat ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *