Begini, Cara Didik Anak Lelaki Biar Gak Plin-Plan Kayak Si Doel!

“Mau kemana”, tanya seorang Ibu di ekskalator arah turun, ke Ibu lainnya yang berada di ekskalator arah naik ke tempat nonton di area Buaran, Jakarta Timur.

“Nonton Si Doel”, jawab Ibu yang berada di jalur ekskalator yang sama seperti saya.

Duh, ini Ibu belum nonton review yang udah bertebaran di YouTube apa ya? Pengen rasanya saya sodorin link blog saya tentang review ย film Akhir Kisah Cinta Si Doel yang sudah saya tulis beberapa waktu lalu ๐Ÿ˜€

Ibu-ibu yang di depan saya ini, bukan hanya sekedar, bersama dengan beberapa temannya. Perkiraan saya, usia-usia beliau ini sekitar 50-60 tahunan. Terlihat antusias, dengan segenap harapan Si Doel The Movie seri terakhir ini, bakal jadi gong, dan salah satu film yang patut dikenang.

Yes, bermodal kenangan, ini yang membuat orang tertarik nonton Si Doel di bioskop. Meski pro kontra muncul, tetap saja ada yang memang niat pengen nonton. Banyak faktor memang yang bikin para penonton geregetan, entah itu dari sisi cerita yang dinilai kurang matang, alur yang membosankan dan utamanya karakter Si Doel ย yang tetap saja mbingungi, maunya gimana sih ini orang? Dari jaman saya pakai seragam putih biru, sampai anak saya juga pakai seragam yang sama, masih saja belum ada ujung kisah cintanya.

 

Lelaki Kok Plin-Plan?

Jujur sebagai perempuan, saat saya memilih pasangan hidup, saya paling anti sama laki-laki yang punya sikap. Deh, jangankan memilih suami, berada di organisasi sekolah ataupun kampus, kalau ketemu sama partner organisasi yang plin-plan, gak bisa tegas, gak bisa ambil keputusan, lah saya gemessss!

Laki-laki gimanapun juga adalah pemimpin buat keluarga kecilnya, dan bisa berkembang jadi pemimpin untuk komunitasnya. Ini semua berakar, ketika lelaki belajar jadi pemimpin untuk dirinya sendiri. Dari mana ia belajar? Saya tetap percaya, bahwa orang tua dan rumah dimana ia tumbuh serta berkembang, disinilah sosok lelaki bertumbuh dan berkembang pula jiwa kepimpinannya.

Baca Juga  Cerita Kehamilan yang tertunda

Nah, btw, plin-plan itu apa sih? Kali ajaa ada yang belum tau gitu ๐Ÿ˜›

Plin-plan itu semacam kayak gak punya kepastian akan suatu hal. Galau milih ini, galau milih itu. Gak bisa atau lebih tepatnya gak berani ambil keputusan. Bisa jadi karena takut mengecewakan satu pihak, jadi sikapnya gak tegas. Gak tegaan, juga salah satu hal yang melekat pada karakter plin-plan ini.

Tips Mendidik Anak Lelaki Jadi Lelaki Anti Plin-Plan Kayak Si Doel!

Nah, sekarang gini, kalau anak kita nih, tumbuh dan kembang jadi pribadi yang plin-plan kayak Si Doel ini gimana? Padahal sepanjang hidup kita bisa menemani, mendengarkan sekaligus menjadi teman curhatnya, banyak kesempatan dimana kita bisa mendidik anak kita. Plin-plan itu wajar, asal gak over dosis juga sih. Namanya manusia, kadang kita juga butuh waktu merenung, berkontemplasi, asal jangan kelamaan juga, karena semua ada porsinya. Sama seperti Si Doel kan kelamaan bimbang, akhirnya yaa gituu deh, xixixixii

Terus terus sebagai orang tua, ada gak yang bisa lakukan supaya kita nih yang punya anak laki, bisa jadi pribadi anti plin-plan kayak Si Doel?

1. Latih Mengambil Keputusan Sejak Dini

Dari mulai anak-anak balita bahkan batita, saya ajak anak-anak belajar memilih. Misal belum bicara pun, masih merangkak, saat bermain misalnya, mau balok warna merah atau hijau yang dimasukkan ke kotak duluan?. Dengan ini, anak terlatih berpikir kritis dari kecil, dan belajar menganalisa, mana nih yang dia bener-bener pengen.

Seperti saat anak-anak memilih les untuk dirinya sendiri, atau sekolah, bahkan warna sepatu dan modelnya seperti apa, saya dan suami cenderung mendengarkan apa maunya Ical & Sasha. Selama itu baik buat mereka, kami ijinkan saja. Jika sesuatu yang kurang baik gimana? Tentunya perlu adanya diskusi.

Baca Juga  Flu Demam Batuk Pilek Saat Hamil, Perlu ke Dokter?

“Anak kecil belum bisa apa-apa kok diajarin milih. Ngawur nanti hasilnya”. Ya ya, sah-sah aja kok punya pemikiran demikian. Tapi setelah menjadi orang tua selama hampir 13 tahun, saya baru benar-benar merasa bahwa dengan melatih anak mengambil keputusan itu juga sama halnya melatih anak belajar tanggung jawab. Kebayang gak, kalau apa-apa kita pilihkan. “Ini warna sepatu harus begini”. “Kuncir rambutnya mbok jangan gitu, gini aja”. Percaya deh, kalau terus menerus kita lakukan, bukan hanya gak belajar tanggung jawab, tapi juga makin jauh dari kata mandiri dan selalu merasa takut ketika mengambil keputusan sendiri.

2. Ikut Organisasi

Anak juga mahluk sosial, saat usia SD kelas 4 biasanya sudah ada kegiatan di sekolah yang melibatkan anak sebagai unsur sosial yang lebih intens. Entah itu kegiatan berkelompok dalam kelas atau kegiatan ekskulnya. Apalagi dengan anak yang sudah SMP, mulai ada OSIS dan aneka kegiatan lainnya. Ketika anak terlibat, maka ini juga salah satu hal yang bisa menjadikan anak belajar banyak tentang bagaimana seharusnya bersikap terutama mengambil keputusan untuk dirinya dan orang-orang sekitar yang bukan keluarganya sendiri.

Ikut organisasi, anak juga terlatih berinteraksi dengan aneka pemikiran yang berbeda, selain belajar bersikap, ia juga belajar kapan harus meletakkan ego dan kapan mempertahankan pendapatnya.

 

Kalau Anak Salah Mengambil Keputusan, Gimana?

Hei, namanya manusia, pasti ada lah salah. Kita saja orang dewasa, juga masih sering kan melakukan kesalahan ataupun merasa kurang yakin saat mengambil keputusan? Justru dari kesalahan demi kesalahan yang kita bikin, kita jadi belajar banyak hal. Demikian pula dengan anak-anak kita, apalagi anak lelaki yang memang suatu saat menjadi kepala keluarga untuk keluarganya kelak. Kebayang kan, kalau kepala keluarga saja plin plan, lalu gimana dengan anak istrinya nanti?

Baca Juga  Tips Memandikan Bayi Buat Ibu Baru #crinnnggg!

So, Ayah Bunda, sudah siap melatih anak-anak lelaki kita jadi pribadi yang berani bersikap dan mengambil keputusan?

17 thoughts on “Begini, Cara Didik Anak Lelaki Biar Gak Plin-Plan Kayak Si Doel!

  1. Geregetannya sampek jadi satu artikel tips parenting ya, Mbak, Mantap!

    Aku sendiri juga menerapkan model pengasuhan semacam ini sama anak perempuanku. Intinya harus dibiasakan tegas dan punya pendirian. Belajar memutuskan suatu pilihan dan bertanggung jawab.

  2. Ikut organisasi ya Mba, anak saya yang pertama ini sensitif Mba, saya agak kepikiran juga dengan sosialisasinya di luar.
    Setiap hari ya saya sounding sih, semoga bisa tumbuh jadi lelaki yang tegas, nggak plin plan, tapi juga penuh kelembutan terhadap wanita ๐Ÿ™‚

  3. Xixi sekilas nyentil bang doel. Termasuk kecewa ini #teamsarah atas ke plin-planan tokoh si anak betawi.

    Kebetulan anak tertua saya laki2, mmg kdg protes kok ayah bunda bbrp hal suka beda cara mendidiknya dr adek. Kalau adik banyak toleransi, sedang aku kadang dikerasin. Ha ha. Niatan kami mmg prngen dia jadi kk yang bertanggung jawab. Belakangan ikut pramuka dan jadi ketua regu, seneng katanya … Disemangati gurunya belajar jadi pemimpin.

  4. Memang tipenya Doel begitu, ya. Kurang tegas. Jadi gregetan. Hehe … Btw saya juga punya anak lelaki nih, pe er buat ngedidiknya.

    Bener banget meski masih kecil anak perlu diajarkan untuk memilih, ya. Sebagai orang tua mengarahkan, mengawasi dan meluruskan kalau ada kekeliruan. Nice sharing, Mbak

  5. Benar Mbak..mesti dilatih untuk enggak plin-plan anak-anak kita ini. Untuk masa depannya nanati. <akasih tipsnya
    Tentang si Doel kalau enggak dibikin plin-plan melulu enggak bakal berlanjut berser-seri sinetronnya dan filmnya
    Dan saya termasuk yang anti kasih spoiler jika sudah nonton.
    Kasihan, para pelaku seni ini kan berkarya , mbok ya dihargai.
    Simpen aja ending cerita
    Biar orang tetap mau datang untuk nonton jika memang berkeinginan.
    bukan malah diceritakan, dibahas dimna-mana sehingga banyak yang mengurungkan niatan untuk nonton

  6. Haha, sama mbak, suka gemes lihat laki2 yg nggak lakik. Pakein rok aja kali ya. Terimakasih sharenya, pas ini dua anak saya lakik semua, biar jadi laki yang berprinsip ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *