Pengalaman Lolos Menjadi Pengisi Suara Profesional

Pengisi suara profesional. Apa bedanya dengan yang gak profesional?

Profesional artinya sudah masuk ke industri pengisi suara itu sendiri, sementara yang masih mengisi suara melalui project seru-seruan untuk youtube ataupun sosial media lainnya, ini masih dalam kategori entertainment. Tapi dari project seru-seruan tersebut, ternyata ada beberapa teman yang akhirnya berhasil masuk ke industri.

Begitu pula dengan akhir-akhir mulai masuk beberapa pertanyaan ke sosial media ataupun ada yang langsung WA ke saya, tentang bagaimana menjadi seorang pengisi suara.

Nah, daripada setiap ada yang tanya, saya ketik satu persatu yaa, atau perlu copas infonya dari satu pesan ke pesan lainnya, mending saya tulis di blog ini ya, paling gak ketika ada yang tanya, bisa tinggal baca. Males baca? Hadeh, baca informasi secara detail dan akurat ini juga modal untuk jadi pengisi suara. Lebih detailnya, yuk simak baik-baik yes pengalaman saya berikut ini.

Pengisi Suara adalah Cita-Cita Sejak Lama

Ok, yang perlu digarisbawahi adalah, menjadi seorang pengisi suara sebenarnya sudah menjadi cita-cita saya sejak lama. Tepatnya ketika masih di bangku kuliah, hampir 20 tahun lalu. Saat itu saya masih siaran di Radio Unisi Yogyakarta, kuliah sambil siaran, disinilah saya mulai jatuh cinta dengan dunia pelaku suara. Ketika jadi penyiar radio, saya punya cita-cita ke 2 hal yang berkaitan.

Pertama, ingin masuk ke industri televisi

Yes, bekerja di televisi, di balik layar, memproduksi acara dan bekerja dengan tim yang punya visi misi sama. Alhamdulillah, mimpi ini langsung tunai, kurang lebih 1 tahun setelah lulus kuliah. Saya bekerja di Trans TV, di divisi kreatif, bisa menuangkan segala ide tentang acara tivi dan berinteraksi dengan orang-orang dengan passion yang sama.

Kedua, penasaran dengan dunia dubbing

Setiap liburan kuliah, saya ambil cuti siaran, dan pergi ke Jakarta. Kakak-kakak saya semuanya bekerja disini, jadilah saya bisa menginap sekaligus mencari info tentang dubbing. Melalui saudara yang bekerja di advertising, saya diajak ke beberapa studio, baik itu televisi nasional seperti RCTI maupun studio khusus rekaman pengisi suara. Mulailah mengenal dunia dubbing ataupun voice over untuk iklan. Nyobain tuh di studio-studio tersebut, dan langsung berhasil?

Owh jelas tidak! 😀

Saya merasa kewalahan, semacam gak bisa mengikuti. Waktu itu saya sempat berpikir, “Ini susah bener sih jadi pengisi suara”. Inget banget, saya nyoba ngikutin suaranya karakter film-film telenovela ataupun kartun-kartun yang hits masa itu, duh saya blank dong, gak bisa sama sekali! Bahkan ketika praktek langsung di studio khusus pembuatan iklan tivi & radio, saya pun merasa gak bisa catch up dengan arahan operator yang bertugas.

Di titik tersebut, lalu saya berkesimpulan, wah cocok ini saya jadi pengisi suara. Udah lah, siaran aja sama nerusin cita-cita jadi karyawan TV! Ya ya, anak usia 20 tahunan tersebut, cepat menyerah ternyata 😅

2018, Inilah Awalnya

Tapi ternyata, Allah mengantarkan saya kembali ke jalan pengisi suara ini. Di tahun 2018, saya dengan usia jelang 40 tahun, mendapatkan beberapa kesempatan yang menurut saya, kesempatan emas yang gak pernah saya sangka-sangka sebelumnya

  1. Lolos sebagai 15 orang, diantara ratusan orang yang mendaftar untuk belajar Dubbing secara gratis ke Pak Toto Warsito di ATM Studio, salah satu Dubber dengan pengalaman puluhan tahun di industri dubbing. Disini selama beberapa bulan, seminggu sekali saya belajar gimana caranya menjadi dubber, meletakkan gerakan bibir dan emosi yang pas untuk karakter di film yang didubbing.
  2. Lolos dalam seleksi pengisi suara sandiwara radio KPK. Disini, pertama kalinya, saya mendapatkan job pengisi suara sesungguhnya, dalam skala nasional. Dan betapa surprisenya saya, ketika di project ini, momentum pertama kali, saya bertemu Mba Dewi pengisi Nobita di Doraemon, Mas Santosa pengisi Suneo, dan Pak Bahar Radio, pengisi suara legendaris di sandiwara radio terkenal, Misteri Gunung Berapi dan Saur Sepuh.

2019?

2019, ini saat saya mengurus pindah rumah dari Jogja ke Jakarta, beserta mengurus sekolah anak-anak. Yang rupanya hal ini sangat menguras pikiran dan tenaga. Alhasil, saya off ini 100% dari dunia pengisi suara. Sempat berusaha ikutan casting lagi, tapi ternyata belum membuahkan hasil.

2020, Bangkit!

Ketika awal anak-anak mulai ikut pindahan, Alhamdulillah saya dan Sasha, anak saya kedua, mendapatkan job bersamaan, yaitu terpilih menjadi dubber di serial Didi & Friends versi Bahasa Indonesia. Tidak lama kemudian Sasha malah berhasil lolos sebagai pengisi suara iklan salah satu produk anak-anak yang nantinya tayang di youtube, dan saya mengisi suara VO di salah satu program youtube.

Menjadi Pengisi Suara Profesional
Jadi Pengisi Suara dalam serial Hafiz & Hafizah bareng anak wedhok

Gak berapa lama ini, saya dan Sasha juga kembali terlibat bersama, di serial Hafiz & Hafizah, dimana saya mengisi suara Ina, salah satu karakter unik berwarna kuning, bukan manusia, yang menurut saya sangat menantang karena Ina ini cuma bisa ngomong “Ina”. Jadilah saya harus bisa mengolah aneka ekspresi suara hanya dengan 1 kata tersebut. Sementara Sasha, mengisi suara Humaira, salah satu temannya Hafiz & Hafizah.

Apa Yang Perlu Dilakukan Supaya Bisa Mendapat Job Pengisi Suara?

1. Gigih

Ini yang saya gak lakukan ketika usia 20 tahunan dulu. Terlalu cepat nyerah, dan menjudge diri sendiri, gak bisa ngikutin dunia pengisi suara. Gigih disini, bukan hanya gigih belajar gimana caranya jadi dubber, mengolah suara yang tepat sesuai karakter, tapi juga gigih ikut casting. Gagal ya ikut lagi, gagal lagi? Ya ikut lagi. Begitu seterusnya, sampai ada yang project yang nyantol. Bahkan gak berhenti disini aja, setelah ada yang nyantol, ya tetep ikut casting.

Dulu, saya pernah ikut casting dimana yang hadir entah berapa ratus orang, karena waktu itu sedang mencari pengganti salah satu karakter di serial Doraemon. Entah berapa jam itu waktu mengantrinya. Intinya memang butuh kegigihan yang besar!

2. Ikut Komunitas Pengisi Suara

Penting banget memangnya ikut komunitas pengisi suara? Iya penting! Karena disinilah, kita bisa mendapatkan info casting dan pelatihan yang siapa tau pengen kita ikuti. Kalau pengen serius, artinya kita perlu belajar. Ada beberapa kelas tatap muka langsung ataupun online yang bisa kita ikuti. Berikut nama-nama komunitasnya, silahkan search di Instagram untuk info lebih lanjut:

  • Indovoiceover, ini punya lini tiap area, misal yogyakarta, jakarta, sumatera, dll. Kita bisa gabung di WA group sesuai dengan area kita
  • Suara Pro

3. Gabung di Web Project Online

Kita bisa gabung di www.pengisisuara.net (nah ini saya aja belum sempet masukin profile disini, wkkwkk), atau bisa di web pemberi info kerjaan untuk para freelancer seperti www.projects.co.id. Saya sendiri belum punya pengalaman mendapatkan pekerjaan melalui jalur ini, selama ini masih melalui info dari group komunitas yang saya ikuti.

 

 

 

 

37 thoughts on “Pengalaman Lolos Menjadi Pengisi Suara Profesional

  1. Bermanfaat banget ini sharing nya mbak. Aku juga dari jaman kuliah pengen jadi dubber tapi bener-bener nggak tau gimana mengawalinya dan nggak cari tau dengan serius juga sih. Semoga suatu hari nanti bisa!

  2. Keren, aku dulu pernah ikut test audio book, tapi berapa kali revisi. Dan aku orangnya gampang menyerah ..

    Aku juga pernah jadi penyiar radio. Hampir berapa kali gagal. Tapi saat udah jadi, aku lepasin begitu saja. Karena aku merasa ‘dipaksa’ bicara saat aku ingin diam saja dengerin musik. (Intropert yang intropert)

    1. hwaaaa audiobook juga masih PR besar buat saya, beberapa kali casting belum lolos, tapi gakpapaa, terus berusahaa aja, kadang kita gak tau suara kita ternyata lebih cocok ke segmen tertentu, semangatttt mbaa

  3. Wuah keren mb…aku dari kecil amat mengagumi profesi dubber, tiap nonton kartun, telenovela, drama asia atau film barbie pasti punya dubber favorit yg kuharap bisa ngedubbing lakon utamanya hihi
    Tipsnya bermanfaat bgt buat yg berminat jd dubber ^_^

  4. Wah terimakasih banget infonya. Dari kecil selalu bercita-cita jadi pengisi suara, tapi ternyata takdirku di guru kepake banget bisa memikat hati anak-anak di sekolah, di bimbel dan kampus jadi betah ngajar nya

  5. Wah, saya juga ingin mengisi suara mba, hehehe. Terima kasih tips kerennya. Sepertinya memang kita harus sering japrian bareng nih, banyak hobi yang sama, hehehe.

  6. Wah ternyata cukup panjang juga ya Mbak perjalanannya untuk bisa jadi seperti sekarang ini, bakatnya pun turun ke dek Sasha ya, masyaAllah. memang dalam menekuni bidang apapun harus gigih dan pantang menyerah ya, karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.

  7. Wah keren sekali tipsnya, emang harus bekerja keras buat bisa dapat impian yang pernah diinginkan ya kak. Semoga sukses dan lancar selalu. Pengisi suara memang gak jauh beda dengan presenter, dll. Hanya saja lebih dibelakang layar.

  8. Wah bahagia sekali bisa jadi dubber dan bertemu dengan para pengisi karakter film doraemon. Diperlukan perjuangan untuk memenangkan karakter ini pasti. Yang penting gigih aja untuk berjuang. Makasih mbak atas sharingnya 🙂

  9. Seru banget kisah perjalanan di dunia dubbingnya Mba. Bisa ketemu Bahar Mario pula. Salah satu dubber yang aku suka. Sukses terus ya Mba.

  10. Halooo Mak Inna idolaque yang suaranya bening…
    Makasih udah berbagi, semoga yang baca juga gigih dalam meraih cita-citanya. Apapun itu, nggak harus dubber, apapun… Semangat! *Peluk online ya. Dah jarang ketemu sih, udah pindah dari jogja…

  11. Keren banget mbak! Alhamdulillah ya bisa dot kesempatan sekali lagi. Iya sih, kadang kita memang kurang gigih mengerjar cita2. Dulu aku pu cita2 jadi penyiar radio, tapi baru tes 2x aja langsung nyerah, tapi gapapa lah udah punya pengalaman tes wqwqwq

  12. wah saya harus mewanti-wanti diri saya sendiri nanti kalau lihat Hafizh Hafizha ada suara mba Ina dan anaknya 🙂 Jadi dubber emang challenging ya mba. Tapi jadi enak kalau suara udah khas ke satu karakter yang terkenal yaa mba.

  13. Congrats ya mbak. Impiannya diujudkan oleh Allah.

    Sepertinya memang begitu ya, mbak. Kita harus punya keinginan, cita-cita, impian. InsyaAllah entah tahun kapan Allah akan mengabulkannya. tentu saja dengan usaha kita yang terus berkelanjutan.

  14. Keceh Mbak. Usia makin mendewasakan ya. Salut saya, malah sekarang bareng anak. Semoga nnt anaknya ikut mewariskan jejak mamahnya, ya. Karena menurut sy ini profesi yg cukup langka dan enggak byk yg tahu. Maju terus Mbak, sy sangat mendukung.

  15. Wah seru ya mbak jadi pengisi suara. Selamat ya mbak atas pencapaiannya. Saya sendiri pernah jadi penyunting gambar di salah satu channel MNC. Saya lihat bagaimana pengisi suara dituntut produksi hampir tiap hari di bagian promo. Memang harus mendalami dalam segala sikon, hehe. Seruuu seruuu

  16. Keren banget nih Mbak Inna. Wah, jadi pengisi suara Hafiz dan Hafizah. Mau ah nonton Chanel YouTubenya.

    Kupernah dengar suara Mbak Ina via wa, merdu… Sukses buat Mbak Inna dan Sasha ya

  17. Perjuangan yang berliku ya mbak. Sasha ini keren banget. Masya Allah. Kecil-kecil sudah jadi dubber. Kalau saya ngikutin ceritanya mbak inna, anaknya juga menikmati banget ya mbak.

  18. Aduh ibu dan anak sama² keren yaa… suaranya Mba Inna mesti keren inihh… Btw kayanya kita seangkatan deh Mbak… Radio kampus sy Swaragama FM, Mba Inna Unisi FM ya hehehe

  19. wah mba, aku juga tertarik sih dalam dunia suara ini. Aku jadi mau coba olah suara dulu, karena pernah sih niruin suara gemes ke kucing kesayangan dulu, dan suara bisa berubah kalo dilatih

  20. Perjalananmu menarik e, Mbak. APalagi pas dapat job berdua anak, pasti girang bukan kepalang. Btw, kapan-kapan tulis donk, tips menekuni keterampilan di dunia dubber. Ya kalai aja bisa diterapkan ke anak. Kalau emaknya kan suara gak karuan, haha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *