Review Mic Boya MM1, Harga Murah Tapi Gak Murahan!

“Kalau gambar masih gak bagus, ini gak terlalu masalah. Tapi kalo audio jelek, biasanya penonton langsung kabur”

Begini kurang lebih penjelasan Jaka Caping atau yang akrab dipanggil Den JC saat menjelaskan tentang kualitas video yang layak ditonton di youtube. Den JC sendiri memang salah satu pakar youtube yang sudah lama berkecimpung, dan baru-baru ini aktif membagikan ilmunya secara gratis di channel Β youtubenya.

Banyak ilmu yang saya dapatkan, salah satunya tentang kualitas video yang baik, yang bikin penonton betah dan pengen balik lagi ke channel kita. Isu utama dan sering kali jadi masalah atau kadang kurang diperhatikan oleh para pembuat konten di youtube adalah tentang audio. Saya sepakat dengan Den JC, kalo gambar yang mungkin kurang bagus resolusinya, masih ok ok aja, sepanjang itu bukan syuting ngawur yang kameranya goyang parah, bagi saya it’s fine. Malah kadang nonton youtube itu tidak ditonton kok. Pasang headset, hape tergeletak di samping, dengernya sambil tiduran atau nyetrika, otomatis gambar tidak masalah. Tapi begitu audionya jelek, langsung cari channel yang lain.

Mic Dari Smartphone Masih Kurang Nendang?

Saat awal-awal ngevlog bareng anak-anak, kami hanya mengandalkan mic dari hape yang dipakai untuk syuting saja. Hasilnya, not bad sebenarnya, tapi sering kali muncul suara noise yang mengganggu terutama ketika syuting di luar ruangan. Bising? Tentu saja. Repotnya kalau itu berupa wawancara dan nara sumbernya suaranya minimalis plus di tengah keramaian pula. Duh, ini ngeditnya sampai nyut-nyutan πŸ˜€

Cari beragam informasi, mic apa yang bisa dipakai di luar ruangan, tentunya mic terbaik untuk ngevlog, beberapa rekomendasi merujuk pada Mic Rode Micro. Lalu, sebagai emak-emak super irit tidak mau rugi, saya tengok lah ya di marketplace. Dan beginilah penampakan harganya.

Baca Juga  Ketika Sosmed Tetangga Lebih Hijau
Harga Mic Rode Micro di Marketplace Per Agustus 2019

Langsunglah celetuk keluar, “Gak ada yang lebih murah nih?”

Ok, lanjut searching dan riset lagi.

Artinya syarat pun bertambah. Saya cari mic khususnya untuk luar ruangan dengan harga lebih murah, rekomendasi yang muncul adalah mic tipe lavalier, ini malah harganya ada yang hanya 10-20 ribuan saja. Mmm, mic seperti apakah?

Mic Lavalier

Seperti ini nih, yang sering dipakai saat syuting di televisi terutama ketika wawancara ke nara sumber, tapi tentunya yang dipakai di tivi-tivi itu yang versi mahal bukan 20 ribu yak πŸ˜€

Kelebihannya memang suara hanya fokus dengan suara terdekat yang tertangkap. Kelemahannya, buat saya pribadi, saya tidak suka ribet. Apalagi kalau vlog itu kan sebagian besar serba bergerak, dan kalau pake mic semacam ini, takutnya muncul noise saat mic kegesrek ke baju/ kulit. Belum lagi kabel-kabel yang menjuntai, membuat mic ini makin tidak praktis untuk dibawa ngevlog kemana-mana.

Ok, mari cari lagi.

Tibalah di beberapa channel youtube yang memberikan penjelasan tentang 1 mic yang mirip dengan si rode micro yang harganya lumayan mahal itu, tapi harganya lebih murah kurang lebih 1/3nya. What? Beneran ada? Bagus?

Dari review-review yang ada, sepertinya mic yang satu ini layak saya pinang.

Mic Boya MM1

Yes, inilah Mic Boya MM1. Tuh kan mirip banget sama si rode. Hanya ini versi murmernya gitu lah.

Kalau rode harga 600-700ribuan itu baru micnya saja, kalau boya harga segitu kita sudah dapat 1 set dengan tongsis dan lampunya. Emak-emak cerdas dan irit pasti tahu lah harus pilih yang mana πŸ˜€

Baca Juga  Citranet, Jasa Internet Terbaik Di Jogja?

Review Pengalaman Memakai Mic Boya MM1 Selama 6 Bulan

Pertama kali uji coba Mic Boya MM1 ini ketika perjalanan naik kereta ke Jakarta saat proses tes Ical masuk SMP. Kami coba dari mulai di stasiun yang super bising sampai ke dalam kereta yang tentunya suaranya riuh dengan mesin serta orang-orang yang berbincang-bincang.

Setelah 6 bulan pemakaian, dan utamanya sering saya pakai di luar ruangan, berikut kelebihan dan kelemahan Mic Boya MM1 ini, berdasarkan pengalaman pribadi:

Menangkap Suara Lebih Fokus

Kalau biasanya pakai mic dari hape saja yang menangkap semua sumber suara, pakai boya MM1 hanya fokus ke suara terdekat dan terkeras, which is ini adalah suara yang keluar dari mulut kita.

Praktis

Ya sebenarnya kalau dibanding tanpa pakai dan pakai mic, tentu lebih praktis tanpa mic. Karena kalau tanpa mic, cukup bawa hape/ kamera kita saja cukup. Sementara dengan mic, artinya harus dipasang dulu dan ini harus menggunakan semacam tongsis/ monopod yang mendukung. Tapi secara kepraktisan dibanding mic-mic model lainnya, buat saya pribadi ini sudah amat sangat praktis. Tinggal pasang, and ready to use!

Bisa Dipakai Dalam Ruangan

Biasanya saat syuting cover lagu, saya dan anak-anak memakai BM800, seperti yang pernah saya review di postingan ini >> Review Pemakaian Mic Condenser BM800. Sayangnya si BM800 ini agak ribet, harus setting di tempat tertentu, nyambung ke laptop/ hape dengan perjuangan, dan aneka macam hal yang kadang bikin males πŸ˜›

Alhasil, sekarang-sekarang ini kami lebih sering pakai Mic Boya MM1 ketika Sasha menyanyi untuk cover lagu ataupun Ical saat rekaman main piano. Ya secara kualitas suara lebih jernih BM800 memang, karena memang peruntukannya untuk cover lagu, tapi saat butuh produksi video secara cepat, akhirnya lebih milih pakai Mic Boya MM1. Kapan-kapan saya bakal jelasin gimana ribetnya instalasi BM800 di postingan lain saja yak

Baca Juga  Statusmu Statusku

Lebih Ribet Untuk Pemakaian di Android

Ya, ternyata eh ternyata Boya MM1 ini tidak bisa langsung dipakai begitu saja, khususnya di Android. Seperti saat saya pakai pertama kali di kereta, hanya dengan aplikasi kamera yang ada di hape, ternyata hasilnya kurang nendang. Bisa dilihat di link ini: https://youtu.be/pQB_yCL_qpo

Eee ternyata harus install dulu aplikasi kamera, yaitu OPEN KAMERA. Dengan aplikasi ini membantu suara bisa tertangkap dengan lebih baik.

Beda lagi ketika pakai hape besutan Apple, alias iPhone, kalau dari banyak review di youtube, langsung saja pakai aplikasi kamera yang ada tanpa perlu install apapun. Ketika saya coba pun, ternyata benar, tinggal colok, tanpa harus install apa-apa lagi. Hasilnya sudah cukup cetar! Seperti yang ada di video liputan panahan ini:

Jarak saya dengan Ical dan si mas-mas yang kami wawancara itu kisaran hampir 1 meter, dan dengan luasan lapangan serta keriuhan yang berlalu lalang, ternyata suara dapat tertangkap dengan baik. Dari sini saja, saya makin yakin, ini mic oke punya, meski harganya jauh dari mic Rode. Bisa dibilang Mic Boya MM1 ini salah satu mic untuk ngevlog termurah dan terbaik saat ini sih.

Yaa, mungkin suatu saat kalau channel sudah makin lumayan hasilnya, boleh lah ya upgrade alat ke yang lebih mahal dikit? πŸ˜€

 

 

25 thoughts on “Review Mic Boya MM1, Harga Murah Tapi Gak Murahan!

  1. aku jujurnya masih butaaa banget ttg cara ngevlog, apalagi cara edit dsb :D. kepikiran skr sih pgn mulai juga, apalagi aku hobi traveling, dan slama ini hanya andelin blog :D. mungkin peralatan mic nya aku bisa pakai yg ini juga utk permulaan :D. td aku dgrin YT nya, dan memang sih suarany lumayan jelaassss :D.

  2. Wah keren. Aku tuh pake yang mic kecil nempwl itu aja,kalo yang bulu2 macam boya masih gak pede. Trus ngeditnya nih masih payah,jagoan suamiku. Tapi dia lagi sibuk,jadi kadang aku posting yang seadanya,huhu.

  3. Waaah iya nih mic buat kualitas suara yang lebih bagus tuh emang penting banget! Saya baru aja beli dual mic untuk kebutuhan podcast. Bisa sekalian mampir dengerin sambil berkegiatan. “Beauty Podcast by Hanifa” di Spotify hehehehe.

    Awalnya cuma pake mic bawaan HP aja. Tapi tingkat noise nya terlalu tinggi kalau misal mau wawancara narasumber. Akhirnya beli dual mic biar lebih fokus πŸ˜€

  4. Makasih mbak sudah kasih review. Jujur dua hari lalu aku sama temen emang lagi rencana hunting mic. Kami mau syuting syuting dan butuh alat lengkap tapi terjangkau harganya

  5. Wah beruntungnya dapet item yang bagus. Boya ku belum 6 bulan udah sering ngadat gitu, kadang enggak mau ngrekam… kayaknya dari sisi pemakaian juga berpengaruh terhadap keawetannya ya mak, soalnya boya ku dipake sharring bareng temen2

Leave a Reply to innaistantina Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *