Seberapa Penting Ngeblog dengan Domain Nama Sendiri?

Tanpa terasa, tahun 2018 sudah tinggal menghitung bulan aja ya? Eh ini pun sudah november mendekati akhir bulan, artinya tinggal beberapa puluh hari, dan beberapa minggu saja, kita akan masuk tahun 2019. Artinya juga, domain blog ini pun, akan segera ulang tahun ke 8.

Ya ya ya, blog yang sempat kurang produktif sejak dari domain dibeli pada januari 2011, tentulah terseok-seok. Kalau ada blog yang usianya masih hitungan bulan, dan ternyata sudah bisa menghasilkan, pasti karena si pemilik blog rajin melakukan posting, blogwalking, sharing ke sosial media, dan banyak hal untuk mendongkrak kualitas blognya.

Duh malu saya, hampir 1 windu loh usia blog ini, tapi secara menghasilkannya? Dududuuuu, masih jauh tertinggal. Jumlah postingan juga baru sekitar 200an, dan saya rasa yang 100an lebih ini efek dari ikut program one day one post selama hampir 3 bulan terakhir.

Saya membeli domain blog ini, sebelum melahirkan Sasha, anak kedua. Setelah melahirkan tahu sendiri kan ya, gimana rempongnya punya baby? Lalu, inilah alasan saya jadi gak aktif ngeblog. Hiyaaaa, padahal ada juga loh blogger-blogger lainnya dengan jumlah anak lebih banyak, punya baby juga, terbukti tuh tetep bisa rutin posting.

Huh, dasar, males aja kaliiii πŸ˜›

Okey, okey, boleh boleh membully saya sesuka hati perkara per-blog-an ini. Tapi eh tapi, sejak saya sudah tidak mengerjakan bisnis kecantikan, juga tidak kerja di kantor manapun, baik part time maupun full time, maka ngeblog adalah sebuah pelarian terindah. Blog menjadi semacam penenang yang super ampuh, obat pelipur resah, dan juga membantu saya menyalurkan ide-ide yang terpendam cukup lama.

Waktu memutuskan membeli nama blog, jujur sih gak pake pemikiran apa dan seperti apa. Pokoknya beli aja lah. Hanya dengan berbekal bahwa, saya yang memang suka online, dan waktu itu merintis bisnis kecantikan secara online, butuh yang namanya BRANDING.

Baca Juga  Ide Nulis Tiap Hari? Kenali Karakter Diri Sendiri Dulu, Yuk!

Ok kalo ini berupa branding, berarti gak usah lah pake nama domain yang ribet atau nama alias. Cukup sodorin nama sendiri aja. “Nyohhhhh”, begitu kalo orang Jawa bilang πŸ˜€

Nama lengkap saya begitu panjangnya, yaitu Istantina.

Loh katanya panjang? Ya saking panjangnya, jadi cuma segitu yang tertera di akte dan KTP. Hahaha no no just kidding!

Dengan nama simple bin praktis yang Bapak saya bikin ini, menjadi dasar untuk memilih nama blog. Nama panggilan saya, Inna, bukan INA ya. Ingat double N. Loh kenapa? Yaaaa biar keren aja, kwkwk.

Lalu saya gabungkan nama panggilan dan nama lengkap saya, menjadi asal muasal nama blog ini www.innaistantina.com. Terus kenapa .com bukan .net atau yang lainnya?

Dari yang pernah saya baca di beberapa artikel tentang domain, segimanapun menariknya dot-dot yang lain, nyatanya (dot)com yang paling familiar di mata & telinga banyak orang. Okelah, maka saya pun memesan domain ini ke salah satu layanan domain & hosting yang berada di Jogjakarta.

Nah buat teman-teman yang juga sedang berpikir untuk pindah ke jalur domain berbayar, dan menimbang-nimbang kira-kira mau pakai nama apa ya? Tentukan dulu tujuan ngeblognya untuk apa?Β Pengen personal branding juga seperti saya, supaya rejeki blogger ngalir terus? Atau cuma pengen nulis-nulis doang dan disimpan di blog? Kalau sekedar buat nulis sehari-hari, bebas saja sih mau apa. Mau sealay dan selebay apapun juga boleh. Tapiiii kalo blog adalah sarana ekspresi sekaligus mencari rejeki, dan memudahkan blogger lain mengidentifikasi, maka sebaiknya gunakan nama sendiri sebagai nama blog.

Atau kalo teman-teman ingin membuat blog niche khusus tentang travelling, beauty review, masak memasak dan aneka tema lainnya, boleh juga tuh langsung bikin domain yang tepat sasaran. Misal seperti kulitkusehatcantik(dot)com, resepmasakantradisionalpopuler(dot)com, dan lain sebagainya. Tapi memang sih, kalo memakai domain dengan bidikan kata kunci seperti ini, siap-siap jadi panjang atau dipleset-plesetin dikit di beberapa huruf, karena pasti udah banyak yang pakai.

Baca Juga  Konsistensi? Prettttt!

Jadi mau pake nama blog dengan nama sendiri kek, nama yang kita create sendiri sesuai tujuan blog, gak masalah kok. Yang jadi masalah itu, udahlah dibeli domainnya, eeee ngisi blognya sebulan atau setahun sekali seperti saya dulu. Duaarrr! Untunglah saya udah insapppp πŸ˜€

 

1 thought on “Seberapa Penting Ngeblog dengan Domain Nama Sendiri?

  1. Hmm sy terinspirasi nih, jujur sbnrnya sy suka nulis juga, punya blog disana sini, pake blogspot, wordpress dll, hanya sekedar nulis2 aja sih. Dan itu pun kalo mood aja. Tp abis baca ini, jd mikir lg, iya juga ya, kenapa ga pake domain berbayar, personal branding nama sendiri, bisa nulis aja apa ya kali2 nanti bs menghasilkan, ahaha.. terima kasih ya sdh menulis artikel ini. πŸ’™

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *