Membuat Konten Podcast Yang Menarik? Perhatikan Elemen-Elemen Audionya Berikut Ini!

Tidak terasa, sudah masuk bulan kedua, saya berkarya melalui podcast. Media dengar semacam radio yang bisa dibilang mirip sekali cara kerjanya dengan radio. Bedanya, pertama secara teknologi tentu saja, dan yang kedua, ketika radio langsung terbersit sebuah lembaga yang menjalankan, maka podcast adalah personal radio, yang bisa kita buat hingga jalankan sendiri.

Beneran sendiri? Tanpa perlu tim gitukah?

Ya, sama seperti youtube, kita bisa hire tim creative & produksi, atau kita kerjakan sendiri. Begitu pula dengan podcast. So far, sampai detik ini, saya kerjakan semua sendiri dari A to Z prosesnya.Β Tantangannya adalah, dengan mulai berbondong-bondongnya akun-akun podcast baru, maka kita perlu menyuguhkan sesuatu yang menarik.

Langkah Mudah Membuat Podcast

Ok, sebelum kita bahas lebih detail tentang membuat konten podcast yang menarik jika dikupas detail dari sisi audionya, bagi yang masih meraba-raba bagaimana cara membuat podcast, saya rangkumkan cara membuat podcast dengan 2 langkah saja:

1. Install Aplikasi Anchor

Aplikasi ini tersedia baik di Google Playstore ataupun Apple Store. Kenapa Anchor? Karena dari Anchor ini akan langsung terdistribusikan ke berbagai saluran podcast, seperti Spotify, Apple Podcast, dll.

Perlukah install spotify juga?

Sebenarnya dengan adanya Anchor, ini saja sudah cukup, karena bisa kita upload konten dan juga mendengarkan konten podcast orang lain. Hanya saja, untuk saat ini, memang spotify masih lebih dikenal daripada Anchor itu sendiri. Kalau saya, spotify lebih saya gunakan untuk nyomot linknya saja, dan memudahkan pendengar yang hanya punya spotify di dalam smartphonenya.

Selain Anchor, beberapa podcaster menggunakan aplikasi soundcloud. Dulu saya pernah bikin akun di soundcloud, upload beberapa konten, tapi belum saya cek, apakah sama seperti Anchor, langsung terkoneksi dengan beragam saluran podcast. Ada yang pernah pakai soundcloud? Atau ada yang bisa kasih penjelasan, boleh komen aja ya.

2. Rekam Suara

Ada 2 cara merekam suara untuk konten podcast

  1. Melalui aplikasi anchor
  2. Melalui perekam suara di smartphone/ laptop/ pc

Adapun, saya sendiri, lebih suka dengan cara kedua, bisa lebih aman sih menurut saya, misal ternyata ada yang perlu kita revisi atau edit lebih lanjut, lebih nyaman ketika merekam di luar anchor. Hanya saja, untuk kepraktisan, memang lebih mudah langsung melalui anchor.

Baca Juga  5 Youtuber Favorit Ala Inna, Kombinasinya Wow Banget!

3. Share

Yang tidak kalah penting, adalah share podcast melalui sosial media yang kita punya. Kecuali kita memang pengen podcast ini bersifat benar-benar private, bisa kok kita bikin hanya untuk diri kita sendiri, dengerin sendiri, tanpa harus kita bagikan ke siapa-siapa. Kalau saya, membuat podcast memang pertama ingin berbagi, dan kedua pengen tetep eksis, jiyahhhhh

 

Podcaster Harus Punya Suara Merdu?

Setelah mulai kenal podcast 1 tahunan terakhir dan aktif mendengarkan beberapa bulan terakhir, lalu memutuskan bikin karya juga di podcast, saya yang pernah siaran beberapa tahun dan kuping mantan penyiar itu memang tidak bisa dibohongi yaaaa, terutama dari sisi penyajian dan kualitas audio podcast.

Yang menarik itu yang merdu suara podcasternya?

Ya gak juga sih. Cara kita memproduksi suara yang jelas & bisa didengar dengan baik, inilah yang lebih penting. Eh jangan salah, banyak juga orang-orang yang punya suara mahal, tapi ternyata kalau bicara belepotan, kumur-kumur, dengan artikulasi yang kurang jelas. Padahal tiap orang suara mahal ini mengeluarkan suara, deh gandemmmm pol! Mmm, tau gandem itu apa? Gimana ya jelasinnya, itu tuh suara macam iklan-iklan KFC, Jagonya Ayam #bukanendorse #plissayadiendorsejugamau.

Atau ini nih, suara Maria Untu, tau kan? Yang suara perempuan terdengar tiap kita mau masuk ke studio bioskop. “Pintu teater 2 telah dibuka….”.

Intinya dari segi suara, yang penting bisa ditangkap dengan jelas. Ini saja. Wong ada juga, podcaster yang suaranya pada cempreng, tapi asyik aja tuh kita dengerinnya. Artinya memang materi suara ini hanya mencakup sekitar 20-30% saja dari menariknya sebuah podcast.

Yang wajib dan terpenting adalah KONTEN. Content is the King! Sama lah seperti kita menulis di blog, konten adalah segalanya. Nah, lalu ketika konten sudah matang, apa yang perlu kita perhatikan selain faktor kemerduan suara tadi?

Ya, namanya juga podcast, ini adalah media dengar, artinyaaaa kualitas audio itu perlu dinomorsatukan.

 

Elemen-Elemen Audio Yang Perlu Kita Perhatikan Saat Membuat Konten Podcast, Apa Saja?

Voice Recording

Weh lah piye tho Mbak Inna ki, katanya suara merdu gak penting, kok Voice Recording jadi hal yang perlu diperhatikan?

Baca Juga  Gamer Gak Harus Toxic, Kan?

Gini saudara-saudara di seluruh penjuru tanah air, maksudnya gak penting itu kan antara merdu dan tidak merdu, tapi kalau dari sisi perekaman suara, ini penting. Kecuali kita memang bikin podcast di area konser, atau menelusuri sepanjang jalan, boleh lah ada riuh-riuhnya, tapi tetap seramai-ramainya sebuah konser, kita juga pengen dengar si podcasternya kan? Sama lah, saat kita dengar radio, dan baru ada liputan demonstrasi. Ya kita tetap lah pengen dengar dengan jelas suara reporternya saat menjelaskan kejadian tho?

Begitu pula dengan podcast, apapun ambiencenya, tetap jelasnya sebuah suara ini penting. Lebih-lebih kalau kita bikin podcast secara indoor, maka faktor riuh sebisa mungkin kita minimalisir. Saya sendiri, biasanya rekaman saat rumah benar-benar sepi, yes artinya saat anak-anak sekolah, baru Bundanya beraksi πŸ˜€

Voice Editing

Terus terus perlu diedit gak suaranya? Maksudnya mau diedit jadi suara Maria Untu yang super duper merdu begituuuu? Ya enggak begitu juga mbaksis. Editing ini artinya kita perlu motong beberapa part yang mengganggu, misal nafas. Untuk beberapa hal, tarikan nafas yang terdengar di podcast, ini bisa menambah kenaturalan, tapiiiii kalau kebanyakan, malah bikin yang denger ikut capek ngos-ngosan.

Pengalaman saking excitednya waktu episode pertama, setelah editing langsung saya upload, barulah nyadar ternyata ada suara-suara yang ketumpuk saat ngedit. Nah sejak itu, saya berusaha untuk mendengarkan ulang terlebih dulu, sebelum publish di Anchor.

Editingnya pakai apa?

Kalau saya, selama ini karena sudah akrab dengan Adobe Audition yang sudah terpasang di laptop sejak lama.

Eh nggaya, pakai Adobe Audition? Ealahhh bambanggg, bukan nggaya, emang karena biasa pakai itu dari dulu, secara masih males ini kalau harus belajar pakai software atau aplikasi lainnya πŸ˜›

Selain Adobe Audition, bisa juga menggunakan Audacity yang kata orang-orang lebih simple, nah silahkan kalau kamu pengen coba, nanti komen aja disini, gimana setelah pakai Audacity. Terus kalau di smartphone, ada Wavepad editor, dll. Monggo aja, pelajari dan pakai yang paling memungkinkan dengan fasilitas yang kita punya aja.

Music Background

Duh ini dia, pastikan tepat memilih music background dari konten podcast yang kita publish.

Jangan sampai, konten kita mendayu-dayu penuh rindu, eh lah kok musiknya jedak jeduk kayak baru dugem.

Jadi memang perlu keselarasan antara musik dan suara kita, biar harmoniiiiis gitu ketika didengarkan. Saya masih sering mendengarkan konten podcast, yang musik dan suaranya jomplang, entah itu dari sisi feel yang tidak seimbang, atau kadang malah musiknya lebih keras dibanding suara podcasternya. So please, perhatikan banget hal ini. Sayang kan, ketika konten sebenarnya asyik & bagus, tapi ditinggal pendengar karena tidak nyaman dengan kombinasi musik dan suara kitanya.

Baca Juga  Monetisasi Youtube? Sumpah, Gak Gampang!

Sebenarnya dalam aplikasi anchor sendiri, tersedia beragam musik yang bisa kita pilih, saran saya, sempatkan dengar aja baik-baik, lalu pilih yang sesuai dengan konten kita.

Eh, saya malah belum pernah pakai musik langsung dari Anchor ini, karena biasanya di proses editing itu, saya sempilkan musik yang saya download dari youtube audio library, which is free. Yaaa, semoga buat podcast juga freee yaaaa. Kalau suatu hari kena copyright macam di youtube juga, ya sudah legowo ajaaa #ambilgolok #mewekdengerlagubaper.

Music background ini juga pilihan ya, kadang ada juga yang tidak pakai sama sekali, dan tetap seru kok podcastnya, asal konten memang digodok secara matang. Ada juga yang hanya menambahkan sound effect di beberapa part, ada juga yang memilih musik berada di awal dan akhir.

Nah gimana, yang sudah mulai bikin podcast, sudah memperhatikan elemen-elemen diatas untuk meningkatkan kualitas audio podcast kita? Terus terus kalau ada pertanyaan, perlu pakai alat tambahan seperti mic gak mbaaa? Kalau ini saya kembalikan ke masing-masing, jika punya, ya pakai aja. Atau kalau pengen seriusin juga silahkan cari mic sesuai budget. Saya pun pakai budget minimalis banget saat bikin podcast ini. Penasaran? Nanti deh, saya buka-bukaan Home Recording ala-ala yang saya punya di postingan tentang podcast berikut aja yes! Postingan ini sudah lebih dari 1200 kata cuiiiiii! Saatnya berhenti! Stopppp! Pembacanya mulai bosen tuhh, kebanyakannn πŸ˜›

____

Pengen dengerin contoh podcast? Boleh dengarkan di salah satu podcast yang saya jalankan ini ya, mmm dengerin dua-duanya juga boleh banget πŸ˜€

45 thoughts on “Membuat Konten Podcast Yang Menarik? Perhatikan Elemen-Elemen Audionya Berikut Ini!

  1. Mhhh…blom tertarik aku podcast mbak. Saya biasa isi suara buat iklan jd menghasilkan uang. Kl podcast bisa juga ngak ada iklannya ? Maklum saya matre hahaha. Udh banyak sih yang mulai ya. Mungkin kapan2 biwa dicobain deh hehehe.

    1. hahahah iyaa mb, sementara podcast yang dimonetize baru di luar negeri, Singapura udah bisa, mungkin Indonesia bentar lagi, ngarepnya sih gituu, wkwkwkwk

  2. Sumpah ya, terlihat simple sekilas, tapi kenyataannya fiuuhhh!

    Saya cobain dong, yang ada stres sendiri mencari waktu yang pas biar suara nggak banyak keganggu ama yang lain.

    Bener deh, video dan voice itu sama aja, butuh effort lebih dari sekadar ngeblog hahaha
    Meskipun jujur pengen banget gitu saya selipin di setiap postingan saya, biar kalau yang malas baca, bisa dengerin aja πŸ˜€

    Tapi mungkin nanti kali ya (nanti teroooossssss!)

  3. siap mba sudah aku catat nih, karena emang pengen banget gitu bikin podcast tapi masih bingung tema yang mau diangkat apa ya buat diobrolkan gitu. Rasanya buntu nih hehe

  4. Banyak yang ikutan main podcast tapi saat ini mpo belum mencoba.

    Baru dengerin teman Facebook siaran podcast. Suka dengerin tapi belum pede cerita di podcast

  5. ih penasaran deh pengen buat podcast walaupun masih berasa belom PD ngomongnya. hahahahahaa. tapi makasi banget ya mak infonyaaaa.. insyaallah bermanfaat kelak pas mau buat podcast. hihi

  6. Thanks sudah berbagi πŸ™‚ Aku memang sering dengar orang main podcast ini, kadang sesekali denger2 suaranya juga. Namn sepertinya aku belum tertarik bikin sendiri hahaha πŸ™‚ Kurang pede juga dengan suaraku ini.

  7. Suamiku mau cobain Podcast juga, tapi haduh awal – awal masih bingung gimana.

    Soalnya suka tertarik dengar suara orang lain, kok bisa ya suaranya keren gitu. Kalo aku sih pasti udah nggak konsent coba gunain suara sendiri

  8. Aku belum kepikiran sih bikin podcast, dan gak bermintat juga karena kata orang suaraku cempreng. Ngomong aja fals apalagi ngomong..
    Hahaha..

    Tapi informasi nya bermanfaat banget mba. Jadi tau kalau orang podcast itu ternyata gak cuma cuap cuap doang.. ada proses panjang dibaliknya ya…

  9. Aku sekarang suka dengerin Podcast meskipun belum PD buat Podcast sendiri hehehe, butuh effort buat rekam suara ditengah riuhnya suara anak2 di rumah, tapi bagi saya Podcast bisa memperkaya khazanah literasi buat yang cara belajarnya dengan mendengar…bagus buat bahan ajar di sekolah.

    1. Daku juga masih belajarrr mba, tipenya kalo pengen lakukan sesuatu, saya suka lakuin aja, kalo kebanyakan dipikir malah gak jadi-jadi, wkwkwk

  10. Belajar buat Podcast dari kemarin udah coba-coba mbak dan memang kunci dari voice recording yang ciamik. Jadi pengen terapin semua biar hasil podcast nya makin bagus.

    1. iya betul mbaa, karena kekuatan podcast sebagai media dengar, jadi kualitas suara bisa dibilang salah satu poin penting

  11. Sudah sering dengar soal podcast tapi lom pernah akses or denger langsung kek apa.

    Wah klo mantan penyiar radio tentunya tidak diragukan kualitas suaranya yh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *